Edukasi dan Pelatihan Pengolahan Makanan Selingan Tinggi Protein kepada Ibu Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.53770/amjpm.v5i2.404Keywords:
Balita, Protein, StuntingAbstract
Masalah kesehatan yang terjadi pada balita salah satunya adalah stunting. Penyebab kejadian stunting adalah ketidakseimbangan asupan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan. Protein hewani berperan dalam pencegahan stunting, yang merupakan salah satu zat gizi utama yang berperan dalam proses tumbuh kembang anak balita. Pemberian makanan selingan tinggi protein menjadi alternatif yang bertujuan untuk menambah asupan protein untuk balita sehingga dapat mempercepat pertumbuhan balita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu balita dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pengolahan makanan selingan tinggi protein. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Plaju Ulu, Palembang, pada bulan Agustus dan Oktober. Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan, emo demo dan pelatihan pengolahan makanan selingan tinggi protein. Pengetahuan diukur dengan menggunakan kuesioner dan antusiasme ibu terhadap pelatihan yang diberikan diukur melalui observasi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu balita terkait makanan selingan tinggi protein setelah dilakukan emo demo, dengan nilai rata-rata sebelum diberikan edukasi 7,7 menjadi 8,58 setelah diberikan edukasi melalui emo demo. Adanya peningkatan pengetahuan ibu penyuluhan terkait makanan selingan dengan rata-rata skor 7,58 sebelum diberikan penyuluhan menjadi 8,52 setelah diberikan penyuluhan. Ada perbedaan skor rata-rata pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi melalui emo demo dan penyuluhan dengan p-value 0,006 dan 0,020 (p-value < 0,005) serta ibu balita antusias mengikuti pelatihan pengolahan makanan tinggi protein. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberian edukasi dan pelatihan terkait makanan selingan tinggi protein dapat meningkatkan pengetahuan dan antusiasme ibu untuk mengolah makanan selingan tinggi protein. Kegiatan ini dapat diintegrasikan ke dalam program Posyandu dan layanan kesehatan di Puskesmas, sehingga menjadi bagian dari intervensi pencegahan stunting yang lebih luas.
References
Arthatiani, F. Y., & Zulham, A. (2019). Konsumsi ikan dan upaya penanggulangan stunting di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 5(2), 95–104. https://doi.org/10.15578/marina.v5i2.8107
Arza, P. A., Nur, N. C., & Yunianto, A. E. (2023). Efektivitas pemberian makanan selingan terhadap status gizi remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 54–63. https://doi.org/10.36590/jika.v5i1.533
Bayani, F., Pratiwi, D. R., Mawaddah, E., & Maryam, S. (2024). Penanggulangan stunting melalui pemberian makanan tambahan pangan olahan hewani terhadap balita stunting di Desa Bengkaung. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 27–31. https://doi.org/10.70004/dedikasi.v4i01.85
Bima, M. A., Hutabarat, D. T. H., Syahfitri, N., & Manurung, S. D. (2024). Kajian literatur tentang upaya pencegahan stunting anak melalui imunisasi dan asupan gizi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(7), 298–310. https://doi.org/10.5281/zenodo.11064179
Fitri, S. R. (2026). Hubungan asupan makanan dengan kejadian stunting pada balita: Tinjauan literatur. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 100–108. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.551
Haryono, S. G., Maulida, N. R., & Ashari, C. R. (2023). Pengaruh Emo Demo terhadap pengetahuan dan sikap ibu serta keragaman makan balita di Desa Langensari, Banten. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, 7(2), 164. https://doi.org/10.20884/1.jgipas.2023.7.2.8933
Husnah, H., Sakdiah, S., Anam, A. K., Husna, A., & Mardhatillah, G. (2022). Peran makanan lokal dalam penurunan stunting. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 5(3), 47–53.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khoiriyah, H., & Ismarwati, I. (2023). Faktor kejadian stunting pada balita: Systematic review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(1), 28–40. https://doi.org/10.33221/jikm.v12i01.1844
Khoirunnisa, A., Kisnawaty, S. W., & Firmansyah, F. (2025). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Gilingan. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(4), 2365–2372. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i4.1625
Kusudaryati, D. P. D. (2014). Kekurangan asupan besi dan seng sebagai faktor penyebab stunting pada anak. Jurnal Profesi, 10, 57–61.
Kustiani, A., & Misa, A. P. (2018). Perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI anak usia 6–24 bulan pada intervensi penyuluhan gizi di Lubuk Buaya Kota Padang. Jurnal Kesehatan Perintis, 5(1), 60–66.
Nurfaida, D., Munir, M., Sari, D. K. P., & Wijayanti, E. E. (2024). Hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita (di Kelurahan Prunggahan Kulon wilayah kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban). Merapi: Medical Research and Public Health Information Journal, 1(3), 30–43. Retrieved from https://journal.myrepublikcorp.com/index.php/MERAPI/article/view/126
Nursifa, A. F., Khoirunnisa, S., Hafiz, M. I., & Ridwan, H. (2025). Pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan terhadap kejadian stunting di Indonesia: Literature review. Jurnal Kesehatan Indra Husada, 13(1), 82–89.
Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature review: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan, 1(1), 32–40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39
Rustam, N. H., Latief, S., Lantara, A. M. H. D., Bamahry, A. R., & Darma, S. (2024). Narrative review: Pencegahan kejadian stunting dengan berbantuan protein hewani pada balita. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(8), 600–612. https://doi.org/10.33096/fmj.v4i8.475
Sholikhah, A., & Dewi, R. K. (2022). Peranan protein hewani dalam mencegah stunting pada anak balita. JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), 6(1), 95. https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.12012
Sofiyatin, R. (2022). Makanan selingan berbasis pangan lokal untuk anak usia 3–5 tahun dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 3(2), 11. https://doi.org/10.32807/jpms.v3i2.891
Supariasa, I. D. N., Arianto, A. N., Alfaini, A. M. A., & Adelina, R. (2024). Edukasi gizi seimbang dan pemberian makanan tambahan (PMT) memperbaiki asupan protein, seng, berat badan, dan tinggi badan anak stunting di Kabupaten Malang. Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya, 8(2), 81–94. Retrieved from https://journal.walisongo.ac.id/index.php/Nutri-Sains/article/view/16588
Tendean, A. F., Ering, C. N., Sumolang, S., & Ponamon, J. F. (2025). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dengan perilaku pencegahan stunting. Klabat Journal of Nursing, 7(1), 46–56. https://doi.org/10.37771/kjn.v7i1.1256
Umaroh, R., & Vinantia, A. (2018). Analisis konsumsi protein hewani pada rumah tangga Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 18(3), 22–32. https://doi.org/10.21002/jepi.2018.13
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










