Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Stunting dan Stimulasi Tumbuh Kembang Pada Anak Balita
DOI:
https://doi.org/10.53770/amjpm.v5i2.401Keywords:
Stunting, SDIDTK, Kader PosyanduAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak mencukupi dalam jangka waktu lama akibat pemberian makanan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengatasi masalah gizi kurang dan stunting melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melaksanakan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan. Metode yang digunakan adalah pelatihan SDIDTK yang terdiri atas kegiatan penyuluhan, diskusi kelompok kecil, praktikum, dan simulasi. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan mitra dari posyandu di Kelurahan Entrop yang dihadiri oleh 7 kader posyandu. Evaluasi dilakukan melalui penilaian kognitif dan psikomotor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader posyandu sebelum penyuluhan berada pada kategori baik sebanyak 3 orang (43%) dan kategori kurang sebanyak 4 orang (57%). Setelah penyuluhan, seluruh kader memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik, yaitu sebanyak 7 orang (100%). Kemampuan kader posyandu sebelum pelatihan berada pada kategori baik sebanyak 2 orang (28,57%) dan kategori kurang sebanyak 5 orang (71,43%). Setelah pelatihan, seluruh kader (100%) memiliki kemampuan yang baik dalam melaksanakan deteksi dini tumbuh kembang balita. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melaksanakan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan.
References
Adistie, F., Lumbantobing, V. B. M., & Maryam, N. N. A. (2018). Pemberdayaan kader kesehatan dalam deteksi dini stunting dan stimulasi tumbuh kembang pada balita. Media Karya Kesehatan, 1(2), 173–184. https://doi.org/10.24198/mkk.v1i2.18863
Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (2024). Laporan kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Papua tahun 2023. Jayapura, Indonesia: Dinas Kesehatan Provinsi Papua.
Fajar, N. A., Flora, R., Hasyim, H., Zulkarnain, M., Rahmawaty, A., Ananingsih, E. S., & Amalia, R. N. (2025). Model pemberdayaan kader posyandu dalam stimulasi perkembangan balita melalui box edukatif stimulus balita (Besti Balita). Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 8(3), 670–682. https://doi.org/10.33474/jipemas.v8i3.22857
Farantika, D. (2025). Pelatihan peningkatan kompetensi guru PAUD dalam penerapan SDIDTK untuk optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini. Israfil: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 51–57. Retrieved from https://ojs.unublitar.ac.id/index.php/israfil/article/view/2061
Farida, A., Heriyani, F., & Al Audhah, N. (2023). Hubungan pola makan balita dan pendapatan orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan. Homeostasis, 6(1), 17–24. https://doi.org/10.20527/ht.v6i1.8784
Fauziah, S. F., Lestaluhu, V., Salakory, J. A., & Hatusupy, C. Y. (2025). Upaya penguatan program stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) pada anak usia prasekolah. Akram Bakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 1–8.
IDAI. (2017). Perawakan pendek pada anak dan remaja di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Julianti, E., Mardiyah, A., Zamziri, Z., & Maktum, U. (2026). Pendampingan ibu balita melalui intervensi responsive feeding dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 8(1), 140–148. https://doi.org/10.36565/jak.v8i1.1012
Khoiriyah, R., Mahmudiono, T., & Nadhiroh, S. R. (2024). Indirect determinant effects of stunting with toddler stunting incidence in Papua New Guinea in 2018. Amerta Nutrition, 8(3), 433–440. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i3.2024.433-440
Kumalasari, D., & Wulandari, U. R. (2025). Efektivitas pemberian makanan bergizi untuk peningkatan berat badan pada balita. Jurnal Kebidanan, 15(1), 45–49. https://doi.org/10.35874/jib.v15i1.1441
Lestari, T. R. (2024). Stunting di Indonesia: Akar masalah dan solusinya. Info Singkat: Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual dan Strategis, 15(14), 21–25.
Lestaluhu, V., Salakory, J. A., Fauziah, S. F., & Hatusupy, C. A. (2025). Efforts to strengthen the early growth and development stimulation, detection and intervention program (SDIDTK) in preschool children. Jurnal Pela Gandong, 2(2), 9–14.
Merta, I. W., Raksun, A., & Darmanika, I. W. M. (2026). Sosialisasi stunting dan pencegahan di Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 9(1), 85–88. Retrieved from https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jpmpi/article/view/14560
Mustikaningrum, A. C., & Zuhroniyah, S. (2025). Hubungan pemberian MPASI dini dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting di Kecamatan Patebon. Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 30–37. https://doi.org/10.31943/afiasi.v10i1.493
Renityas, N. N., Sari, L. T., & Noviasari, I. (2022). Pemberdayaan kader posyandu dalam stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang pada anak usia 0–5 tahun. Media Karya Kesehatan, 3(2), 134. https://doi.org/10.30587/ijpn.v3i2.4920
Subhi, I., Budiono, I., & Farida, E. (2025). Pengembangan dan validasi konten instrumen pemberdayaan kader kesehatan keluarga dalam pelayanan balita. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKes Kendal, 15(4), 753–762. Retrieved from https://journal3.stikeskendal.ac.id/index.php/JIPJISK/article/view/57
Syamsu, A. F., Usman, H., & Kolomboy, F. (2025). Pemberdayaan kader posyandu dalam stimulasi, deteksi dan intervensi tumbuh kembang (SDIDTK) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Toaya Kabupaten Donggala. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 3159–3168.
Wahyudi, R. (2025). Hubungan asupan nutrisi dengan kejadian stunting pada balita. Media Husada Journal of Nursing Science, 6(2), 144–151. https://doi.org/10.33475/mhjns.v6i2.772
Widyastuti, W., Mayunita, A., Rahmadhena, M. P., Haque, B. R., Anggraini, L., & Fatwa, D. M. (2025). Hubungan status imunisasi dan ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada anak balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sarageni Kabupaten Lebak. Journal Innovation Nusantara Health, 2(1), 1–8. Retrieved from https://jnph.org/index.php/jinh/article/view/56
World Health Organization. (2006). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development. Geneva, Switzerland: Author. Retrieved from https://www.who.int/tools/child-growth-standards
World Health Organization. (2022). Stunting prevalence among children under 5 years of age (%). Geneva: World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/data/gho/data/indicators
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










