Pendampingan Pola Makan dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi bagi Baduta Stunting Di Kelurahan Liliba

Authors

  • Manginar Sidabutar Jurusan Kesehatan Gigi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Friska D. Simamora Jurusan Kesehatan Gigi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Fitri I. Ramli Jurusan Kesehatan Gigi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53770/amjpm.v3i2.228

Keywords:

Stunting, Pemeliharaan Kesehatan Mulut

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dengan prevalensi mencapai 30,8%. Sebanyak 23% anak mengalami stunting sejak lahir, dan 77% lainnya menjadi stunting setelah lahir, sering kali disebabkan oleh masalah gigi berlubang yang tidak tertangani. Kondisi ini berdampak negatif pada kemampuan anak untuk makan dengan baik, sehingga mengganggu asupan gizi yang optimal dan membuat mereka lebih rentan terhadap stunting. Program Orang Tua Asuh Anak Stunting (OTA2S) bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam pola makan anak dan edukasi mengenai pemeliharaan kesehatan mulut bagi baduta (bawah dua tahun) yang mengalami stunting. Kegiatan pengabdian Masyarakat Program kemitraan Masyarakat selama 90 hari ini berjalan dengan lancar dalam upaya penurunan angka stunting dengan melakukan pendampingan pola makan BADUTA di Kelurahan Liliba. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kota Kupang dan meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan mulut dalam mendukung tumbuh kembang anak.

References

Akombi, B. J., Agho, K. E., Hall, J. J., Merom, D., Astell-Burt, T., & Renzaho, A. M. (2017). Stunting and severe stunting among children under-5 years in Nigeria: A multilevel analysis. BMC pediatrics, 17, 1-16. http://dx.doi.org/10.1186/s12887-016-0770-z

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved from http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf

Pristiandaru, D.L. (2023). NTT Optimistis Persentase Anak Stunting Turun di Bawah Target Nasional [Internet]. Kompas. Retrieved from https://lestari.kompas.com/read/2023/05/17/225548386/ntt-optimistis-persentase-anak-stunting-turun-di-bawah-target-nasional?page=all

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225-229.

Rohmawati, N. (2017). Karies Gigi dan Status Gizi Anak. STOMATOGNATIC - Jurnal Kedokteran Gigi, 13(1), 32-36. Retrieved from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/STOMA/article/view/5263

World Health Organization. (2015) Stunting in a nutshell. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshel

Downloads

Published

2024-02-29

How to Cite

Sidabutar, M., Simamora, F. D., & Ramli, F. I. (2024). Pendampingan Pola Makan dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi bagi Baduta Stunting Di Kelurahan Liliba. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 41–44. https://doi.org/10.53770/amjpm.v3i2.228