Edukasi Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Pencegahan Stunting dan Imunisasi Dasar Lengkap

https://doi.org/10.53770/amjpm.v6i1.1003

Authors

  • Puspa Wardhani Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia
  • Halina Rahayu Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia
  • Ruri Virdiyanti Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia
  • Maulidah Maulidah Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia
  • Maya Masita Ratri Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia
  • Linda Wattimena Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia
  • Jurianto Gambir Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia

Abstract

Stunting merupakan salah satu indikator kegagalan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis yang sering kali tidak terdeteksi sejak dini. Tingginya prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat, yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap pada balita sehingga meningkatkan risiko penyakit infeksi berulang dan gangguan tumbuh kembang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan stunting serta percepatan pencapaian cakupan imunisasi dasar lengkap pada balita di Desa Sei Malaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi berbasis masyarakat melalui penyuluhan kesehatan, pemberdayaan kader Posyandu, serta penggunaan booklet edukatif berjudul Balita Sehat, Cegah Stunting, Lengkapi Imunisasi: Panduan untuk Orang Tua dan Kader Posyandu sebagai media informasi yang praktis dan mudah dipahami. Tingkat pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk yang menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji Paired t-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari rata-rata 59,38 menjadi 77,83 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dan mengonfirmasi efektivitas metode edukasi yang digunakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.      

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta

Azizah, A. M., Nurmala, I., & Devy, S. R. (2022). The effect of mother’s educational level and stunting incidence on toddler: A meta-analysis. Amerta Nutrition, 6(4), 369–375. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i4.2022.369-375

Djauhari, T. (2017). Gizi dan 1000 HPK. Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga, 13(2), 125-133. https://doi.org/10.22219/sm.v13i2.5554

Fitriahadi, E., Suparman, Y. A., Silvia, W. T. A., Syahputra, A. F., Indriyani, A., Ramadhani, I. W., ... & Asmara, R. F. (2023). Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(4), 411-416. https://doi.org/10.59025/js.v2i4.154

Haskas, Y. (2020). Gambaran stunting di Indonesia: literatur review. Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(2), 154-157. https://ojs.institutnh.ac.id/index.php/jikd/en/article/view/179

Juniarti, N., Alsharaydeh, E., Sari, C. W. M., Yani, D. I., & Hutton, A. (2025). Determinant factors influencing stunting prevention behaviors among working mothers in West Java Province, Indonesia: A cross-sectional study. BMC Public Health, 25, 2719. https://doi.org/10.1186/s12889-025-24078-0

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Stunting rate in 2022 drops to 21.6 percent. Health Development Policy Agency (BKPK). Retrieved from https://www.badankebijakan.kemkes.go.id

Khumairoh, D. F., Doko, M. M., & Malau, C. N. B. (2023). Peran program keluarga berencana terhadap prevalensi stunting di Indonesia. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan dan Humaniora, 2(1), 156-162. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i1.493

Kiik, S. M., & Nuwa, M. S. (2021). Maternal factors in stunting among vulnerable children. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 82–89. https://doi.org/10.7454/jki.v24i2.1306

Koka, E. M., Sudaryati, E., & Santono, H. (2022). Empowerment of Posyandu cadres in detecting and preventing stunting. Warta LPM, 25(4), 514–522. doi:10.23917/warta.v25i4.1095

Maliati, N. (2023). Stunting dan kebijakan pangan dan gizi di Indonesia. Jurnal Transparansi Publik (JTP), 3(1), 33-42. https://ojs.unimal.ac.id/jtp/article/view/6559

O'Connor, W., & Kay, K. (2024). The relationship between health education and mothers’ knowledge, attitudes, and practices in early detection of toddler growth and development. Journal of Health Innovation and Environmental Education, 1(2), 74–80. https://doi.org/10.37251/jhiee.v1i2.2680

Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2011). Health promotion in nursing practice (6th ed.). Boston, MA: Pearson

Prasetyo, Y. B., Permatasari, P., & Susanti, H. D. (2023). The effect of mothers’ nutritional education and knowledge on children’s nutritional status: A systematic review. International Journal of Child Care and Education Policy, 17(11), 1–15. https://doi.org/10.1186/s40723-023-00114-7

Purwanti, E. D., Masitoh, S., & Ronoatmodjo, S. (2025). Association between basic immunization status and stunting in toddlers aged 12–59 months in Indonesia. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 58(3), 298–306. https://doi.org/10.3961/jpmph.24.230

Ruaida, N. (2018). Gerakan 1000 hari pertama kehidupan mencegah terjadinya stunting (gizi pendek) di Indonesia. Global Health Science, 3(2), 139-151. http://jurnal.csdforum.com/index.php/GHS/article/view/245

Siradj, A. M., & Sudarmono, S. (2024). Collaborative governance in addressing stunting in the Bajau community in Buton Regency. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 7(1), 66–84. https://doi.org/10.33701/jkp.v7i1.4364

Sugianto, M. A. (2021). Analisis Kebijakan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Di Indonesia: Dengan Pendekatan What Is The Problem Represented To Be?. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Sosial (EMBISS), 1(3), 197-209. https://mail.embiss.com/index.php/embiss/article/view/28

Syafiq, A. (2023). Exploring the relationship between immunization and stunting: Understanding the impact of vaccinations on child growth and development. J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, 10(1), 11–14. https://doi.org/http://jurnal.utu.ac.id/jkesmas/article/view/7364

UNICEF Indonesia. (2024). Nutrition. Retrieved from https://www.unicef.org/indonesia/nutrition

Vaivada, T., Akseer, N., Akseer, S., Somaskandan, A., Stefopulos, M., & Bhutta, Z. A. (2024). Childhood stunting and cognitive development: A meta-analysis. Journal of Global Health, 15, 04257. https://doi.org/10.7189/jogh.15.04257

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Wardhani, P., Rahayu, H., Virdiyanti, R., Maulidah, M., Ratri, M. M., Wattimena, L., & Gambir, J. (2026). Edukasi Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Pencegahan Stunting dan Imunisasi Dasar Lengkap. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 126–135. https://doi.org/10.53770/amjpm.v6i1.1003