Potensi Antimikroba Ekstrak Daun Kemangi dan Daun Kelor Pada Bakteri Salmonella typhi

Authors

  • Ali Napiah Nasution Departemen Kedokteran Tropis, Universitas Prima Indonesia, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Farida Meisari Harahap Departemen Kedokteran Tropis, Universitas Prima Indonesia, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Sri Wahyuni Nasution Departemen Kedokteran Tropis, Universitas Prima Indonesia, Medan, Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53770/amhj.v3i3.219

Keywords:

Daya Hambat, Daun Kelor, Daun Kemangi, Salmonella typhi

Abstract

Terapi farmakologi pada penyakit demam tifoid menghadapi tantangan besar seperti resistensi mikroba pada obat-obatan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alternatif pengobatan agar menghasilkan pengobatan yang lebih efektif, efisien dan aman dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Dengan banyaknya manfaat daun kelor dan daun kemangi, studi ini bertujuan membandingkan efektivitas daun kelor dan daun kemangi terhadap bakteri S. typhi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode difusi dengan kertas cakram. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, pada April-Mei 2023. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kemangi dan daun kelor. Uji efektivitas antibakteri ekstrak daun kelor terhadap S. typhi dilakukan dengan 5 konsentrasi, yaitu 15%, 30%, 45%, 60%, 75%, dengan chloramphenicol sebagai kontrol positif dan aquabidest sebagai kontrol negatif, dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kemangi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi sedangkan ekstrak etanol daun kelor kurang efektif terhadap bakteri S. typhi. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak etanol daun kemangi memiliki respon daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan S. typhi, konsentrasi terbaiknya adalah 15% dengan rata-rata diameter zona hambatnya 12,06 mm. Sedangkan pada ekstrak etanol daun kelor, konsentrasi terbaiknya adalah 15% dengan rata-rata diameter zona hambatnya 10,7 mm.

References

Aminah, S., Tezar, R., & Yanis, M. (2015). Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanam an Kelor (M oringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan, 5(30), 35–44.

Barnett, R. (2016). Typhoid fever. The Lancet, 388(10059), 2467. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(16)32178-X

Bhutta, Z. A. (2006). Current concepts in the diagnosis and treatment of typhoid fever. BMJ, 333(7558), 78–82. https://doi.org/10.1136/bmj.333.7558.78

Chandra, B., Sari, R. P., Misfadhila, S., Azizah, Z., & Asra, R. (2019). Skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun kemangi (Ocimum tenuiflorum L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Journal of Pharmaceutical And Sciences, 2(2), 1–8. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v2i2.20

Crump, J. A., Sjölund-Karlsson, M., Gordon, M. A., & Parry, C. M. (2015). Epidemiology, Clinical Presentation, Laboratory Diagnosis, Antimicrobial Resistance, and Antimicrobial Management of Invasive Salmonella Infections. Clinical Microbiology Reviews, 28(4), 901–937. https://doi.org/10.1128/CMR.00002-15

Davis, W. W., & Stout, T. R. (1971). Disc Plate Method of Microbiological Antibiotic Assay. Applied Microbiology, 22(4), 659–665. https://doi.org/10.1128/am.22.4.659-665.1971

Dian, R., Fatimawali, & Budiarso, F. (2015). Uji Resistensi Bakteri Escherichia Coli Yang Diisolasi Dari Plak Gigi Terhadap Merkuri Dan Antibiotik Kloramfenikol. Jurnal E-Biomedik, 3(1). https://doi.org/10.35790/ebm.3.1.2015.6607

Dima, L. L. R. ., Fatimawali, & Lolo, W. A. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Terhadap Bakteri Escherichia Coli Dan Staphylococcus Aureus. Pharmacon, 5(2), 282–289. https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.12273

Indraswari, A. (2008). Optimasi Pembuatan Ekstrak Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) Menggunakan Metode Maserasi Dengan Parameter Kadar Total Senyawa Fenolik Dan Flavonoid. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta Surakarta, 5–8.

Larasati, D. A., & Apriliana, E. (2016). Efek Potensial Daun Kemangi ( Ocimum basilicum L .) sebagai Pemanfaatan Hand Sanitizer The Potential Effect of Basil Leaves ( Ocimum basilicum L .) as Utilization of Hand Sanitizer. Majority, 5(5), 124–129.

Ningsih, D., Zusfahair, & Kartika, D. (2016). Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Serta Uji Aktivitas Ekstrak Daun Sirsak Sebagai Antibakteri. Molekul, 11(1), 101–111. Retrieved from https://ojs.jmolekul.com/ojs/index.php/jm/article/viewFile/199/201

Prasonto, D., Riyanti, E., & Gartika, M. (2017). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum). ODONTO : Dental Journal, 4(2), 122. https://doi.org/10.30659/odj.4.2.122-128

Priono, A., Yanti, N., & Darlian, L. (2016). Perbandingan efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelor (MoringaoleiferaLamck.) dan ekstrak daun kirinyuh (Chromolaenaodorata L.). J. AMPIBI, 1(2), 1–6.

Salim, R., & Eliyarti, E. (2019). Aktivitas Antioksidan Infusa Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Warna Daun. Jurnal Katalisator, 4(2), 91. https://doi.org/10.22216/jk.v4i2.4210

Saporito, L., Colomba, C., & Titone, L. (2017). Typhoid Fever. In International Encyclopedia of Public Health (pp. 277–283). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-803678-5.00475-6

Subhan, M., & Sadiq, W. (2017). Case of Enteric Fever with Bicytopenia. Cureus, 9(12). https://doi.org/10.7759/cureus.1910

Sudarwati, D., & Sumarni, W. (2016). Uji Aktivitas Senyawa Antibakteri pada Ekstrak Daun Kelor dan Bunga Rosella. Indonesian Journal of Chemical Science, 5(1), 1–4.

Threenesia, A., & Ramadhian, M. (2019). Perbandingan Efek Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi secara In Vitro. Jurnal Kedokteran Unila, 6(1), 120–124.

Veronika, M., Purwijantiningsih, E., & Pranata, S. (2014). Efektivitas ekstrak daun kelor (Moringaoleifera) sebagai bio-sanitizer tangan dan daun selada (Lactuca sativa) (Universitas Atmajaya). Universitas Atmajaya. https://doi.org/10.1128/AAC.03728-14

Wain, J., Hendriksen, R. S., Mikoleit, M. L., Keddy, K. H., & Ochiai, R. L. (2015). Typhoid fever. The Lancet, 385(9973), 1136–1145. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)62708-7

Zahra, S., & Iskandar, Y. (2017). Review Artikel: Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas Ocimum Basilicum L. Farmaka, 15(3), 143–152.

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Nasution, A. N., Harahap, F. M., & Nasution, S. W. (2023). Potensi Antimikroba Ekstrak Daun Kemangi dan Daun Kelor Pada Bakteri Salmonella typhi . Ahmar Metastasis Health Journal, 3(3), 154–160. https://doi.org/10.53770/amhj.v3i3.219