Identification of Borax on Cheap Bread at Jatirahayu Village Pondok Melati Shop Bekasi
Identifikasi Boraks Pada Roti Murah Di Warung Kelurahan Jatirahayu Pondok Melati Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.53770/amhj.v2i1.98Keywords:
Boraks, Roti MurahAbstract
ABSTRACT
Introduction: Several cheap breads were found circulating in Jatirahayu Pondok Melati sub-district which did not grow mold after being stored for more than 16 days. It is feared that the cheap bread contains borax, a chemical that can inhibit the growth of mold. In PERMENKES no. 033 of 2012 borax is an ingredient that is prohibited for food preservation because of its carcinogenic properties. The research objectives were to observe the organoleptic of bread, observe the packaging of bread and identify the possibility of borax in bread through laboratory tests. The research population is bread with a price of not more than Rp. 20000.00 circulating in the Jatirahayu sub-district stalls, as a sample were 21 types of bread taken from the research area. Identification of borax using flame test and curcumin paper test. Two samples (9.52%) of bread containing borax were identified. The two breads have characteristics when they are crushed, do not have a distribution permit in the form of a P-IRT number, have no expiration date on the packaging and do not get moldy for more than 16 days. Borax can prevent mold growth by inhibiting the hydrolysis of flour into sugars needed by fungi for growth. For further research, it is recommended to identify fungi and mycotoxins that grow on the surface of these cheap breads.
ABSTRAK
Pendahuluan: Ditemukan beberapa roti murah beredar di kelurahan Jatirahayu Pondok Melati yang tidak ditumbuhi jamur setelah penyimpanan lebih dari 16 hari. Dikhawatirkan roti - roti murah tersebut mengandung senyawa boraks yaitu bahan kimia yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Dalam PERMENKES no. 033 Tahun 2012 boraks merupakan bahan yang dilarang untuk pengawetan makanan karena sifat karsinogeniknya. Tujuan penelitian adalah untuk mengobservasi organoleptik roti, mengobservasi kemasan roti dan mengidentifikasi kemungkinan adanya boraks dalam roti melalui uji laboratorium. Populasi penelitian adalah roti dengan harga tidak lebih dari Rp. 2000,00 yang beredar di warung kelurahan Jatirahayu, sebagai sampel adalah 21 jenis roti yang diambil dari wilayah penelitian. Identifikasi boraks menggunakan uji nyala dan uji kertas kurkumin. Teridentifikasi 2 sampel (9,52%) roti yang mengandung boraks. Kedua roti tersebut mempunyai ciri ketika dipilin hancur, tidak mempunyai izin edar berupa nomor P-IRT, tidak terdapat tanggal kadaluarsa pada kemasannya dan tidak berjamur sampai lebih dari 16 hari. Boraks dapat mencegah pertumbuhan jamur dengan cara menghambat hidrolisis tepung menjadi gula yang diperlukan jamur untuk pertumbuhannya. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan identifikasi jamur dan mikotoksin yang tumbuh di permukaan roti-roti murah tersebut.
References
Abas, S. W. (2014). Uji Kandungan Boraks pada Roti yang dijual di Kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo. Skripsi. Universitas Negeri Gorontalo. Retrieved from: https://repository.ung.ac.id/skripsi/show/811409080/uji-kandungan-boraks-pada-roti-yang-dijual-di-kawasan-pasar-sentral-kota-gorontalo.html
Aguilar, F., Crebelli, R., Dusemund, B., Galtier, P., Gott, D., Gundert-Remy, U., ... & Wright, M. (2013). Scientific Opinion on the re-evaluation of borix acid (E284) and sodium tetraborate (borax) (E285) as food additives. EFSA Journal, 11 (10), 3407. https://doi.org/10.2903/j.efsa.2013.3407
Erniati, E. (2017). Level of Education, Knowledge, Attitude Sellers Meatballs and Borax Used in Meatballs in Lemahputro III Elementary School. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(2), 209-216. https://doi.org/10.20473/jkl.v9i2.2017.209-216
Farizal, J., & Welkriana, P. W. (2017). Identifikasi Boraks Pada Roti Di Kota Bengkulu Tahun 2017. Journal of Nursing and Public Health (JNPH), 5(1), 66-69. Retrieved from: https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/view/600/521
Hardiana, H., Safrida, Y. D., Adriani, A., Raihanaton, R., & Maulidda, S. (2020). Identifikasi Kandungan Boraks Terhadap Roti Bantal Komersil dan Tradisional di Kecamatan Blang Pidie. Lantanida Journal, 8(1), 29-39. http://dx.doi.org/10.22373/lj.v8i1.6344
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved from: https://peraturan.go.id/common/dokumen/bn/2012/bn757-2012.pdf
Komalasari, E., Widiawati, D., & Puteri, N. E. (2021). Pendampingan Pengurusan P-IRT UMKM Pangan di Desa Cikidang, Sukabumi. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 3(1), 9–15. http://dx.doi.org/10.36722/jpm.v3i1.476
Mizana, D. K., Suharti, & Amir, A. (2016). Identifikasi Pertumbuhan Jamur Aspergillus Sp pada Roti Tawar yang Dijual di Kota Padang Berdasarkan Suhu dan Lama Penyimpanan. Jurnal Kesehatan Andalas., 5(2), 355–360. https://doi.org/10.25077/jka.v5i2.521
Murtafi’ah, N., Sapitri, N., & Pitono, A. J. (2021). Identifikasi Jamur Aspergillus Sp Pada Roti Tawar Sebelum Masa Kadaluarsa Di Pasar Burungtungku Kota Bandung. Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan, 9(2), 122–130. https://doi.org/10.36341/klinikal_sains.v9i2.2159
Pane, I. S., Santi, D. N., & Chahaya, I. (2013). Analisis Kandungan Boraks (NA2B4O7 10 H2O) Pada Roti Tawar Yang Bermerek dan Tidak Bermerek yang Dijual di Kelurahan Padang Bulan Kota Medan Tahun 2012. Lingkungan Dan Kesehatan Kerja, 2(3), 1-8. Retrieved from: https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1425314
Rahmah, A., Hamzah, F., & Rahmayuni. (2017). Penggunaan Tepung Komposit Dari Terigu, Pati Sagu Dan Tepung Jagung Dalam Pembuatan Roti Tawar. Jom FAPERTA, 4(1), 1–14. Retrieved from: https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERTA/article/view/16844
Reubun, Y. T. A., & Herdini. (2021). Analisis Boraks pada Mie Basah dan Mie Kering di Bekasi Utara dan Bekasi Timur dengan Spektrofotometri UV-Vis. Sainstech Farma, 14(1), 1–4. Retrieved from: https://ejournal.istn.ac.id/index.php/saintechfarma/article/view/942
Rizka, S. K., Purnamadewi, Y. L., & Hasanah, N. (2018). Produk Roti dalam Pola Konsumsi Pangan dan Keberadaan Label Halal dalam Keputusan Konsumsi Masyarakat (Kasus: Kota Bogor). Jurnal Al-Muzara’ah, 6(1), 15–27. https://doi.org/10.29244/jam.6.1.15-27
Sari, N. K. (2018). Analisis Kualitatif Boraks Pada Roti Yang Dijual Di Wilayah Kelurahan Sungai Miai Banjarmasin Utara. Thesis Diplomah: Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin. Retrieved from: http://www. akfar-isfibjm. ac. id
Sepriyani, H., & Devitria, R. (2020). Analisis Kandungan Boraks Pada Jajanan Anak Di Sekitar Sdn 18 Dan 20 Kota Pekanbaru. Jurnal Sains Dan Teknologi Laboratorium Medik, 5(1), 1–5. Retrieved from: https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/55/30
Suseno, D. (2019). Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Boraks Pada Bakso Menggunakan Kertas Turmerik, FT – IR Spektrometer dan Spektrofotometer Uv -Vis. Indonesian Journal of Halal, 2 (1), 1–9. https://doi.org/10.14710/halal.v2i1.4968
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Ahmar Metastasis Health Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



