Use of Animated Videos to Increase Santri's Knowledge of Scabies Prevention in Darul Ikhwan Islamic Boarding School Dormitory, Batang Hari Regency

Penggunaan Video Animasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Santri Tentang Pencegahan Penyakit Skabies Di Asrama Pondok Pesantren Darul Ikhwan Kabupaten Batang Hari

Authors

  • Ary Irfan Jurusan Promosi Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jambi, Indonesia
  • Solihin Sayuti Jurusan Promosi Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jambi, Indonesia
  • Puspita Sari Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53770/amhj.v2i1.106

Keywords:

Pengetahuan, Animasi Video, Skabies

Abstract

ABSTRACT

Introduction: According to the Indonesian Ministry of Health, the prevalence of scabies in Indonesia is 5.60-12.95% and scabies ranks third of the 12 most common skin diseases in Indonesia. Scabies disease generally attacks individuals who live in groups such as Islamic boarding schools. The use of animated videos is one of the promotive efforts to increase students' knowledge in preventing scabies disease. The purpose of the study was to determine the effect of using animated video media in increasing students' knowledge about scabies prevention at the Darul Ikhwan Islamic boarding school, Danau Embat Village, Batanghari Jambi Regency. with a sample of 30 respondents. How to collect data by using a questionnaire that is filled directly by the respondent. The design of this study used a quasi-experimental design with One Group Pretest Posttest. The data obtained were then processed using the paired t-test. The results showed an increase in the average knowledge of students by 14.67%. Based on the paired t test, the p-value is 0.002 <0.05. The conclusion of this study is that the use of animated videos has a significant effect on increasing students' knowledge about scabies prevention at the Darul Ikhwan Islamic Boarding School, Batangahri Regency. This media can be used as an alternative media to educate students about the prevention of scabies.

ABSTRAK

Pendahuluan: Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia prevalensi Scabies di Indonesia sebesar 5,60- 12,95 % dan Scabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Penyakit Scabies pada umumnya menyerang individu yang hidup berkelompok seperti pondok pesantren. Penggunaan Video Animasi menjadi salah satu upaya promotif untuk meningkatan pengetahuan santri dalam melakukan pencegahan penyakit Scabies. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi dalam peningkatan pengetahuan santri tentang pencegahan skabies di pondok pesantren Darul Ikhwan Desa Danau Embat Kabupaten Batanghari Jambi. dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Cara Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang diisi secara langsung oleh responden. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan One Group Pretest Postest. Data yang  didapat  kemudian diolah menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukan adanya kenaikan rata rata pengetahuan santri sebesar 14,67%. Berdasarkan uji paired t test diperoleh p-value 0,002 <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunan Video Animasi berpengaruh secara bermakna untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pencegahan Scabies di Pondok Pesantren Darul Ikhwan Kabupaten Batangahri. Media ini dapat dijadikan sebagai media alternative untuk mengedukasi santri mengenai pencegahan Scabies.

References

Arikunto,S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Chandra, (2012). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Djuanda, (2007). Ilmu penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Handayani, L. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Parigi Kabupaten Pangandaran. Yogyakarta: Skripsi. Universitas Aisiyah.

Handoko R.P, Djuanda A, Hamzah M. (2008). Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Jakarta: FKUI.

Harahap, M. (2013). Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta: Hipokrates.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional: Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Notoatmodjo, S. (2007) Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Potter & Perry. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik. Jakarta. EGC

Safar, R. (2009). Parasitologi Keedokteran. Bandung: Yrama Widya.

Sastroasmoro, S. Dasar - Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta : Sagung Seto

Soedarto. (2009). Penyakit Menular Di Indonesia. Jakarta: SagungSeto.

Slamet, J. S. (2009). Kesehatan Lingkungan. Cetakan Kedelapan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.Publishing

Susanto, (2013). Penyakit Kulit dan Kelamin. Yogyakarta: Nuha Medika.

Utari, W., Novayelinda, R., & Arneliwati. (2011). Efektifitas Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). urnal Online Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau, 1(1), 1-7. Retrieved from jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/download/3489/3

Zulkoni. (2010). Parasitologi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Downloads

Published

2022-06-30

How to Cite

Irfan, A., Sayuti, S., & Sari, P. . (2022). Use of Animated Videos to Increase Santri’s Knowledge of Scabies Prevention in Darul Ikhwan Islamic Boarding School Dormitory, Batang Hari Regency: Penggunaan Video Animasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Santri Tentang Pencegahan Penyakit Skabies Di Asrama Pondok Pesantren Darul Ikhwan Kabupaten Batang Hari. Ahmar Metastasis Health Journal, 2(1), 41–45. https://doi.org/10.53770/amhj.v2i1.106