Nutritional analysis and acceptability of banana kepok flour and red bean flour cookies
DOI:
https://doi.org/10.53770/electron.v7i1.518Keywords:
Banana kapok flour, Red bean flour, CookiesAbstract
School children need nutritious food to fulfill their nutritional needs. Banana kepok flour and red bean flour can be utilized as raw materials for cookies as well as an alternative to wheat flour. Cookies from these two flours can be used as a snack for school children. This study aims to analyze nutrients and determine the acceptability of cookies made from kepok banana flour and red beans. The method used was experimental with three treatments: F1 (75%: 25%), F2 (50%: 50%), and F3 (25%: 75%). Organoleptic test was used to determine panelists' acceptance of color, aroma, taste, and texture. Nutrient analysis used proximate test to determine carbohydrate, protein, fat, ash content, and water content. Organoleptic results showed the highest percentage in F1 (75%: 25%) with 47.8% carbohydrate content, 9.34% protein, 29.2% fat, 1.37% fiber, 1.81% ash content, and 4.78% water content. Friedman test showed there was an effect on the acceptability of aroma, but not on color, taste, and texture. For further research, it is recommended to modify the shape of cookies to make them more attractive to school children.
References
Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Damayanti, R., Lutfiya, I., & Nilamsari, N. (2019). The Efforts To Increase Knowledge About Balanced Nutrition At Elementary School Children. Darmabakti Cendekia, 1(1), 28-33.https://doi.org/10.20473/dc.V1.I1.2019.28-33
Febry, F. (2006). Penentuan Kombinasi Makanan Jajanan Tradisional Harapan Untuk Memenuhi Kecukupan Energi Dan Protein Anak Sekolah Dasar Di Kota Palembang. Universitas Stuttgart 135.
Hardiyanti, Kadirman, & Muhammad, R. (2018). Pengaruh Substitusi Tepung Jagung (Zea Mays L.) Dalam Pembuatan Cookies. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 2(2):123. doi: 10.26858/jptp.v2i2.5167.
Heluq, D. Z., & Mundiastuti, L. (2018). Daya terima dan zat gizi pancake substitusi kacang merah (Phaseolus vulgaris L) dan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai alternatif jajanan anak sekolah. Media Gizi Indonesia, 13(2), 133.
Hutomo, H. D., Swastawati, F., & Rianingsih, L. (2015). Pengaruh konsentrasi asap cair terhadap kualitas dan kadar kolesterol belut (Monopterus albus) asap. Jurnal pengolahan dan bioteknologi hasil perikanan, 4(1), 7-14.
Jauhari, M. T., Baiq, F. R., Junendri, A., Zulfikar, A., Nurul, H., & Regina, P. Y. (2020). Karakteristik Orangtua Dan Pola Makan Anak Usia Sekolah Dasar Negeri. Gorontalo Journal of Public Health 3(2):162–74.
Kaltari, B. I., Setyowati, S., & Dewi, D. P. (2016). Pengaruh variasi pencampuran tepung talas bogor (Colocasia esculenta L. Schott) dan kacang merah (Phaseolus Vulganis L.) terhadap sifat fisik, tingkat kesukaan, kadar protein dan kadar serat pada cookies talas rendah protein. Jurnal Nutrisia, 18(1), 51-57.
Nasriyah, N., Kulsum, U., & Tristanti, I. (2021). Perilaku Konsumsi Jajanan Sekolah Dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Di Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(1), 123-129.
Lamusu, D. (2018). Uji organoleptik jalangkote ubi jalar ungu (ipomoea batatas l) sebagai upaya diversifikasi pangan. Jurnal Pengolahan Pangan, 3(1), 9-15.
Rahmawaty, S. (2019). Biskuit Garut-Tempe Tinggi Energi Protein sebagai Alternatif Snack untuk Anak Usia Sekolah; Analisis Kandungan Energi Protein dan Daya Terima. Darussalam Nutrition Journal 3(1):19.
Lestari, I. D., Ernalia, Y., & Restuastuti, T. (2016). Gambaran status gizi pada siswa sekolah dasar Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir. JOM FK, 3(2), 1-14.
Octaviani, P., Izhar, M. D., & Amir, A. (2018). Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Di SD Negeri 47/IV Kota Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 2(2), 56-66.
Praptiningrum, W. (2015). Eksperimen Pembuatan Butter Cookies Tepung Kacang Merah Substitusi Tepung Terigu. Universitas Negeri Semarang.
Putri, K. I. (2016). Sumbangan Makanan Ringan Terhadap Kecukupan Energi Dan Protein Anak. Universitas Negeri Yogyakarta.
Rahmadani, M., & Holinesti, R. (2021). Analisis Kualitas Kastengel Yang Dihasilkan Dari Tepung Ubi Jalar Putih. Jurnal pendidikan tata boga dan teknologi, 2(3), 148-154.
Ramdany, R., Kamaruddin, M., Pongoh, A., & Suryani, E. A. (2021). THE daya terima dan kandungan gizi cookies tepung sagu kombinasi tepung kacang merah dengan penambahan sari buah merah. Jurnal Health Sains, 2(2), 235-241.
Santoso, A. (2011).Serat Pangan (Dietary Fiber) Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Aslib Proceedings, 22(11), 538–49.
Tarwendah, I. P. (2017). Studi Komparasi Atribut Sensori Dan Kesadaran Merek Produk Pangan. Jurnal Pangan Dan Agroindustri 5(2), 66–73.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 ELECTRON (Journal of Science and Technology)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





